Arsip untuk Oktober, 2010

tak taulah ini apa aku kesal, aku murka melihat orang tak punya hati sopan santun dan etika aku mengomel sendiri tidakkah mereka belajar peka merasakan apa yang orang rasa bukan hanya pakai logika belajarlah merasa ! orang-orang itu membuatku rendah serasa mereka yang tertinggi entahlah aku tak begitu peduli aku berusaha memberitahu kau hidup di [...]

nilai

inikah yang siswa-siswa perebutkan angka yang memang menentukan tapi apa itu yang hanya menjadi tujuan salah menjadi benar, seakan buta pikiran .. dibawa kemana ilmu dan pendidikan tanpa dikejar dan tertahan angka itu telah mengalahkan sang raja dengan menyakitkan .. angka menjadi saksi bisu perkelahian nilai atau ilmu yang diperjuangkan entah siapa yang bisa disalahkan [...]

belajar

belajarlah memahami jika itu harus dipahami belajarlah mengerti jika itu harus dimengerti .. belajarlah melihat keadaan diri menilai  pikiran dengan hati pandai melihat situasi pintar memposisikan kondisi .. tak peduli karena hasil masalah nanti yang penting usaha ini membawamu pada impian sejati .. karena impian bagai savana di gurun gobi fatamorgana yang nyata dan terjadi

suntuk

mata lelah terkantuk kelopak mata serasa suntuk ingin menutup dengan tanpa terbujuk dan nyata ditinggal terpuruk .. mimpi mulai terbentuk entah itu mimpi baik atau buruk bagai gelap malam yang tunduk padamu  sang penakluk

semangat pagi

menikmati pagi sambil ditemani secangkir susu hangat ini merasa damai merasa hangat di diri .. kutatap langit diatas bumi ini belum tampak sang matahari tapi cahayanya mengintip di ufuk bumi seperti tak sabar ingin menampakan diri .. sepertinya waktunya aku harus pergi pergi ke dunia memperjuangkan hidup ini melangkah dengan pasti menggapai asa menggapai mimpi

menanti

Dikala kuingin pergi hujan terjadi, dan akupun menanti menanti sang awan berbaik hati dan matahari mengganti dengan cahaya berseri .. dia membasahiku disini dia membuatku dingin tanpa tapi membuatku tak enak badan sendiri merinding diri ini .. tapi aku tak tau bagian lain disini yang justru menanti hujan yang tak pasti dengan harap di hati memangnya [...]

metropolitan

gedung bertingkat terpampang begitu banyaknya dinding kaca menambah kemewahannya orang berburu tuk datang kesana berburu rupiah setamak raja .. metropolitan membuat orang menjadi gila dunia tata krama tak ada artinya sopan entah kemana hilang tertutup rakusnya jiwa .. malam semakin membuat mereka gila gemerlap lampu malam menutupinya tidakkah mereka merasa itu bukan bahagia .. walaupun [...]

udara

partikel hampa penuh rasa masterpiece sang pencipta tanpanya kita tiada tidakkah manusia menyadarinya .. bisa apa kita tanpanya tak ada udara, tak mungkin api menyala tak ada udara, air takkan pernah terasa tak ada udara, takkan ada nyawa .. tak ada nyawa, tak ada kita apa nyawa akan mendusta? kita bergantung padanya buatlah diri kita [...]

balap

saat deru mesin menggaung deretan kendaraan siap bertarung pengemudi mematung menunggu hijau yang menggantung semua bersaing tanpa ampun tanpa bingung yang terdepanlah yang meraung .. adrenalin terpacu tersambung emosi meluap membumbung saat puncak podium masih terkurung laksana puncak gunung gengsi dan harga diri terbang bagai burung berebut asa meraih puncak gunung    

dawai senja

kusandarkan diri pada pohon kelapa menatap gurat pasir yang terseret air di pinggir sana memang indah pesisir pantai kita angin semilir menggetarkan jiwa .. kulihat matahari mengakhiri hidupnya seolah hilang ditelan samudera memang luar biasa ya, inilah dawai senja  

programming

seni indah pemikat jiwa susunan dengan bahasa algoritma pembentuknya kode yang menjadikannya ada .. tuts keyboard ditekan dengan seksama merangkai kode layaknya kata programming sebutannya teka-teki penuh nada  

sakura

daun merah muda datang disaat musim berbunga pohon-pohon berjajar rapi membahana didatangi manusia setiap masa tanpa bosannya hanya untuk melihat indahnya merah muda merasakan tentramnya cinta menikmati udara sejuknya sakura benar-benar sempurna

tas baru

dibalik batu anak kecil sedang murung dengan kepala tertunduk lesu menggenggam tas sekolahnya yang lusuh oleh waktu dia merengek kepada tuhan dengan membisu membisikan kata ‘aku ingin tas baru’ .. ternyata ibunya mengintip dibalik itu terenyuh melihat anaknya seperti itu sang ibu sempat meneteskan air mata haru lalu menggebu menghampiri anaknya yang masih membisu memeluknya [...]

puisi hitam

tersiksa tanpa inspirasi seolah hampa tak terpikir dan tak terasa merasa tak bisa apa-apa memaksa pikiran tuk mengolah kata .. jiwamu dimana? jiwamu yang luar biasa jiwamu yang bisa berkata-kata jiwamu yang bisa menulis dengan cinta jiwamu yang handal menejemahkan bahasa hati menjadi kata .. mati atau apa? bangkitlah dan mencoba rangkai dengan penuh rasa [...]

senyum

senyum di bibir sejuk bagai bunga tulip yang berair melelehkan hati menjadi cair meredam amarah yang mencibir bak api dipadamkan air itulah takdir bagi sang ekspresi tanpa akhir

gundah di hati

gundah penuh rasa bersalah jiwa mati penuh darah tanpa asa tanpa arah .. gundah karena salah kata maaf tak mengobati yang sudah terkubur dalam tanah butuh lebih dari sekedar maaf tanpa salah

bahasa indonesia

bahasa menjadikan kita berbeda dan bahasa yang membuat kita sama bahasa memiliki arti terdalam bagi semuanya apalagi yang mencintainya hayatilah bahasa yang dipunya lestarikan pada generasi selanjutnya agar tak punah dimakan masa tetap setia berjaga walau bahasa kita memang banyak yang berbeda bahasa indonesia membuat kita sama aku cinta bahasa indonesia

berubah

dahulu surat menjadi penyampai berita tukang pos yang menyampaikannya sekarang alat kecil dengan tombol yang menggantikannya dahulu perangko menjadi syaratnya sekarang pulsa andalannya dahulu butuh dua hari tuk sampai ke tangan sang penerima sekarang tak butuh satu menit tuk mengirimnya dahulu aku menulis pesan dengan tinta sekarang aku hanya menekan tombol tuk menjadikannya kurasa alat [...]

amarah

mata penuh amarah saat emosi datang bergelimpah pikiran tertutup tanpa arah hatinya seperti kayu yang terbakar parah .. tidakkah dia mengerti sejarah emosi hanya memperburuk yang sudah-sudah tidakkah terpikirkan sekecilpun biji zarah menjadi sebesar gajah jika secuil emosi datang tanpa terbantah .. terserah jika memang yang diinginkan sumpah serapah

berganti baju

putih simbol yang katanya suci bersih seolah telah mati tertindih kelak noda hitam menghabisi putih dibantai hingga tertatih-tatih mati menahan perih .. indonesiaku akankah kau berganti baju merah putih penuh rindu dibawa oleh tandu putih digantikan hitam dengan membisu haruskah begitu?

penulis tanpa tinta

menulis tanpa pena tanpa kertas tanpa lelah merangkai kata menulis dengan rasa sejuk dihati, di jiwa .. tak peduli apa yang orang rasa hanya mencoba berbagi rasa tak kenal waktu tak kenal tempat penulis tanpa tinta

selendang abu

wanita tua menghadap ke pintu dia nenekku menatap dengan tatapan syahdu pandangan kosong penuh ragu tak menentu membelenggu .. aku datang membisu dia menatap halus wajahku aku tersenyum karena dia begitu dia memakai selendang abu bahagia aku, karena itu selendang dariku .. nenekku tersenyum kearahku seperti senyum ibu lantas berkata dengan merdu ‘nenek bangga memiliki [...]

Kata

apa itu kata? bukankah itu hanyalah kumpulan huruf tanpa cara simbol yang diciptakan nenek moyang kita dengan terbata-bata .. aku baru sadar, bahwa aku menyukainya karena kata dapat berbicara kata mengucapkan apa yang tak bisa diucapkan kita .. kata dibuat sesuka hati kita begitu bahagia untuk manusia perangkai kata .. kata adalah seni terindah yang [...]

penyampai berita

disaat cahaya matahari telah tinggi bercahaya kulihat kakek tua mengayuh sepeda onthel tanpa rasa dengan kaki telanjang dan baju lusuhnya di belakang ada tas besar, tak tau apa .. dia datang ke rumah-rumah dengan bersahaja menyampaikan surat dengan bahagia gurat tua di wajahnya tak menutupi senyumnya .. dialah pejuang penyampai berita

tergilas

kuperhatikan hidupku seakan tak punya waktu membuat pikiran berseteru .. aku ragu sang raja waktu tak membagikannya untukku atau memang begitu? .. raja waktu dengan waktu, aku ingin bersatu padu bukannya tergilas bom waktu

embun yang membeku

pagi telah menuntaskan mimpi kutatap teratai di danau messi terasa dingin di diri terasa dingin di hati … oh, teratai pagi butiran air terlihat menyatu tanpa basa-basi bagai embun yang membeku tanpa diakhiri lambat tapi pasti mematikan jiwa ini … haru biru pagi ini

hijau

ketika alam telah kecewa karena hijau telah tiada dihancurkan manusia tanpa rasa mereka merasa tak tahu apa-apa itu dusta aku rindu, hijaunya dunia

mimpi

malam mulai lelah mata pun menyerah semua orang tertidur lelap tak berkerah mereka semua bermimpi dengan indah nikmatilah … tapi bagi pemuja fatamorgana mereka ingin hidup di dalam mimpinya merasakan semua tercapai dengan mudahnya itulah virus berbahaya … Hei, bangun kawanku bangunlah dari mimpi indahmu itu hanyalah bayang-bayang semu janganlah kau tenggelam disitu Bangun kawan, [...]

kucing jalanan

kita merindukan sang pemimpin yang jiwanya tak mati pemimpin bijaksana dan memiliki hati untuk indonesia kita sendiri … bagi indonesia kita tak butuh sampah untuk jadi pemimpin kita yang hanya ingin mengeruk keuntungan semata tangan kotor yang memungut rupiah dengan mudahnya tanpa ada rasa bersalah di hatinya … tak ubahnya seperti kucing  jalanan mengais, mencuri, [...]

bidadari

saat pelangi berbagi warna saat pagi memberi kesejukan saat bulan memperlihatkan kelembutan dan saat bintang bersinar layaknya intan ……………………..itulah sosok bidadari dalam hidupmu…………………….. dia memberikan warna dia memberikan kesejukan di hatimu tuk selamanya penuh kelembutan menyinari langkahmu, menyusuri dunia ………………. hatinya bercerita dan  jiwanya bercengkrama dengan kita terikat karena bahagia bersama selamanya

samurai tumpul

kulihat indonesia mulai bangkit dan berjaya dengan gagahnya menjajaki dunia diatas dunia tapi kulihat kembali sejenak generasi pejuang kita pejuang kemajuan indonesia seperti samurai tumpul yang tak bisa membuktikan ketangguhannya ketajamannya pada dunia

gelap

hitam pekat, penuh rindu cahaya gelap yang menggebu bermain antara ruang dan waktu kuingin gelap menjadi saksi bisu karena cahaya menghilangkannya dengan terburu-buru atas nama terang diatas langit biru

sepi

merasa sendiri, tak ada arti hasrat telah hilang, terkubur di bumi tanpa ada yang menemani aku merasa hampa di hati dan sempat berfikir tuk tak peduli tapi, haruskah aku tetap begini? tidak, ternyata dia ada di hati selamanya, ku takkan pernah merasa sendiri aku berjanji

celurit mati

perusak di bumi bagai manusia tanpa hati merasa tak peduli merasa angkuh, tak tau diri kehidupan ini serasa milik sendiri … memang dasar manusia tajamnya pikiran tak digunakan sebaik-baiknya tajam dan mematikan merusak segala yang ada, dengan kepintarannya padahal mereka hanya menutupi kebodohannya tajamnya pikirannya, hanya sampai disini bagai celurit mati

Matahari dan bulan

memenangkan cerahnya mengabadikan cahayanya matahari dan bulan, beradu di peraduannya gelap-terang begitu seterusnya ketika pagi datang, matahari meminang bulan dan menggantikannya bulan pun merayu matahari dikala senja tuk memamerkan keindahannya mereka dipuja di setiap masa, bagai raja dan ratu di dunia

Kembali ^0^

setelah 2 tahun blog ini terbengkalai, bahkan sempat lupa password blog..haha kembali ah, coba nulis-nulis lagi puisi sama cerpen.. sepi emang blog-nya, tapi gpp..menyalurkan hobi menulis.. (adimas fiqri)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.